Parfum Berkualitas Dunia, Harga Terjangkau: 5 UMKM Indonesia yang Menggoda Indera Anda

Posted on


Priangan Insider —

Tidak lagi dunia parfum dipegang oleh merk-merk luar negeri yang harganya mencapai jutaan rupiah.

Dalam iklim konsumtif yang semakin penuh perhatian terhadap mutu dan mendukung produk dalam negeri, timbul tren baru yang tidak dapat dilupakan: parfum hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia.

Ternyata, di belakang tempat produksi skala kecil ini, tersimpan bau-bauan istimewa berkualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis.

UMKM parfum di negeri kita saat ini semakin mendapat pengakuan, terlebih lagi dari kalangan Gen Z yang selalu ingin mengekspresikan dirinya secara unik dan asli.

Tidak hanya tentang biaya, tetapi juga berkaitan dengan sifat wangi, tampilan paket, serta cerita lokal yang terasa lebih dekat dan dapat dihubungkan.

Berikut adalah lima parfum buatan UKM lokal yang perlu Anda ketahui. Kualitas produk-produk ini sebanding dengan merek terkenal, baunya unik, dan yang terpenting: harganya terjangkau untuk kantong Anda.

1. Tanamera Scents – “Jiwa Sundaland”

Terkenal secara luas sebagai merek produk perawatan alami, Tanamera kini memperluas jangkaun ke ranah parfum dan menghadirkan varian “Sundaland Soul”.

Tertarik oleh keragaman Alam Nusantara, minyakwang ini menggabungkan aroma bumbu seperti cengkih dan pala bersamaan dengan bunga-bungan tropis seperti kenanga dan melati.

Aroma-nya strong, berasal dari tanah, dan hangat cocok bagi Anda yang menginginkan kesan asli dan stabil. Wangi ini dapat bertahan hingga 8 jam, atau lebih lama jika diaplikasikan pada area pulsar tubuh.

Produk ini dihadirkan dalam wadah botol kaca dengan desain sederhana yang dilengkapi unsur kayu, menghasilkan tampilan bergaya rustik mewah. Harganya dimulai dari Rp150.000.

2. Nusa Scent – “Aurora Nocturna”

UMKM berbasis di Yogyakarta menyajikan sebuah pengalaman penciuman seperti parfum kelas atas dari Eropa. “Aurora Nocturna” memiliki wangi campuran kayu dan bunga yang rumit tetapi halus.

Pembukaannya terasa segar dengan sentuhan citrus, kemudian perlahan bertransformasi menjadi wangi kayu manis, bunga violet, serta vetiver. Parfum ini pas bagi Anda yang menginginkan kesan elegan, misterius, dan istimewa di tengah kebisingan sekitar.

Kemasannya sangat artistik, menggunakan desain ilustrasi khas dari seorang seniman asal Yogyakarta. Harganya berada di kisaran Rp185.000 untuk kapasitas 30 ml, dan produk ini kerap habis karena jumlah yang diproduksi terbatas.

3. Parfum Elma – “Kayu Manis dan Butterfly Pea”

Berdasarkan di Bandung, Elma Fragrance menonjolkan aroma lokal dalam tingkatan yang semakin memukau. “Sandal dan Lelaki Moth” merupakan campuran wangi kayu cendana bersamaan dengan sentuhan floral manis dari bunga moths (tuberose).

Wangiannya feminine, creamy, serta menenangkan, sesuai bagi Anda yang menginginkan penampilan lembut dan romantis namun tetap dalam batas wajar.

Rumusnya bebas alkohol, sesuai untuk dipakai oleh setiap jenis kelamin dan tipe kulit, termasuk yang sensitif. Dihargakan di pasar dengan harga Rp95.000,- parfum ini kerap menjadi pilihan pertama bagi para penggemar parfum buatan sendiri atau artisanal.

4. Parfumologi – “Malam Perburuan”

Bagi kalian para pemilik jiwa malam dan pejuang keras, “Night Hustle” datang dengan pilihan aroma maskulin serta daya tahannya yang luar biasan.

Parfum dengan aroma utama amber, patchouli, serta campuran kopi menghasilkan kesan yang matang dan efisien.

Sesuai untuk dipakai ketika bekerja, berkumpul sore hari, atau acara setengah formal. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini berasal dari Jakarta dan terkenal karena memproduksi barang dengan kualitas konsistensi aroma yang tinggi.

Berapa harganya? Kurang lebihRp120.000,- untuk botol berwarna hitam doff yang terlihat simpel dan elegan.

5. Menara Wangi – “Hutan Melati”

Bali tidak hanya populer karena keindahan alam dan warisan budayanya, tetapi juga dikenal karena aroma khas yang berasosiasi dengan iklim tropis.

Mahligai Aroma, UMKM asal Gianyar, menawarkan “Jasmine Rimba”, sebuah parfum yang menyatukan bunga melati Bali bersamaan dengan wangi kayu dari hutan-hutan tropical.

Kelembutan baunya yang segar tapi mendalam benar-benar pas buatmu jika mau terlihat feminine sambil menambahkan unsur eksotis serta etnis.

Botolnya terbuat dari kaca daur ulang dengan penutup yang terbuat dari kayu hasil produksi pengrajin setempat. Di luar aromanya, barang ini juga membawa pesan tentang berkelanjutan. Dengan harga sekitar Rp130.000.

Mengapa Usaha Kecil dan Menengah Parfum Patut Dipertimbangkan?

Bukan hanya pilihan ekonomis, parfum buatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) malahan menghadirkan hal-hal langka dibanding merek terkenal: wangi tersendiri, cerita lokal, serta proses pembuatan yang lebih bersifat personal.

Banyak pengusaha kecil dan menengah mengolah wewangian dengan kuantitas terbatas, sehingga setiap produksi memiliki rasa yang lebih istimewa.

Oleh karena itu, metode yang mereka gunakan dalam hal mutu, material alamiah, serta penampilan kotak pengemas membuat barang-barang tersebut setara dengan merk dari luar negeri.

Untuk Generasi Z yang terkenal peka dengan trend namun juga kritis saat memilih barang, parfum buatan lokal menjadi simbol pernyataan modern: unggul dari biasanya, aroma mengesankan, serta masih mensupport industri kreatif di tanah air.

Oleh karena itu, jika Anda lelah dengan wangi-wangi standar merek internasional, mungkin sudah tiba waktu memberikan tempat di lemari parfum Anda bagi produk-produk dalam negeri. Sebab, bukan tidak mungkin barang-barang lokal ini dapat menjadi preferensi pertama Anda, selain tentunya sanggup bersaing. (***)