.CO.ID – JAKARTA.
Sejak Tokopedia dan TikTok Shop memulai integrasi untuk para penjual,
(seller center
Banyak pedagang mengalami kesulitan dalam beradaptasi. Penyempurnaan desain, variasi pada fungsi promosi, serta kendala selama proses pindah platform seringkali menjadi keluhan yang biasa terdengar di media sosial dan diskusi online para pedagang.
Para pelaku bisnis, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri karena sistem baru tersebut lebih rumit serta mereka hanya memiliki sumber daya terbatas. Sebagian besar dari mereka memerlukan waktu dan bimbingan tambahan agar dapat memahami bagaimana operasi dari platform penggabungannya berjalan.
Menurut Sigit Widodo dari Internet Development Institute (IDI), ini adalah hal biasa ketika mengintegrasikan dua sistem besar. Walaupun diperlukan upaya ekstra di awal, namun keuntungan jangka panjang sangat signifikan: meningkatkan efisiensi operasional, memperluas cakupan pasar, serta mendorong pertumbuhan bisnis dengan lebih pesat.
“
Seller
Memang diharuskan untuk beradaptasi, dan hal tersebut tentu memerlukan usaha.
effort
“Namun setelah melewatinya, keuntungannya akan jauh lebih besar,” kata Sigit dalam pernyataan tertulisnya pada hari Kamis (5/6).
Dengan adanya integrasi tersebut, pengecer bisa menjalankan kedua toko online-nya yang ada di platfrom berbeda melalui sebuah dasbor tunggal saja. Ini membantu mengurangi beban pekerjaan administratif dan memberi peluang bagi pemilik bisnis untuk lebih berkonsentrasi pada penyempurnaan barang dagangannya serta merumuskan taktik promosi.
Di samping itu, sistem ini menawarkan berbagai fitur otomatisasi yang dapat meningkatkan efisiensi dari upaya pemasaran Anda dengan cara yang tidak memberatkan beban biaya maupun energi.
Walaupun prosesnya sulit, beberapa penjual yang sudah sukses mengadapkan diri mulai merasakan efek baik. Salah satunya adalah Kurma Alif, bagian dari Kalaborasi Group, yang melihat kenaikan dalam transaksinya di Tokopedia saat bulan Ramadhan dengan memanfaatkan pusat penjual terpadu tersebut.
Hal ini menandakan bahwa penggabungan teknologi digital tidak sekadar bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas kesempatan pasar. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mampu bersesuaian dengan perubahan tersebut akan lebih siap menghadapi persaingan ekonomi serta mempertahankan kelangsungan usahanya.