Bapanas: Harga Bawang Putih Melonjak Tinggi, Menyentuh Rp 54.229/kg di Indonesia Timur

Posted on


.CO.ID – JAKARTA

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti bahwa harga bawang putih telah naik dan membutuhkan tindaklanjuti cepat terlebih di wilayah Timur Indonesia karena fluktuasi harganya yang signifikan.

Deputi III untuk Diversifikasi Konsumsi dan Kepatuhan Makanan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Andiko Noto Susanto, mengamati bahwa menurut survei harga pangan pada konsumen hari Sabtu (14/6), harga bawang putih di bagian Timur Indonesia telah melambung hingga Rp 54.229 per kg, melebihi batas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar 35,57%. Batasan ini ditentukan oleh pemerintahan saat ini.

“Ini menunjukkan bahwa harga bawang putih terutama di daerah Timur Indonesia sedang memerlukan tindakan pengawasan,” ujarnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi pada hari Senin, 16 Juni.

Andiko menganalisis, daerah yang memiliki harga bawang putih tertinggi adalah Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua serta Sulawesi Tengah.

“Wilayah dengan harga bawang putih paling rendah adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” katanya.

Selanjutnya, Andiko mengatakan bahwa peningkatan harga bawang putih tersebut tidak terlepas dari kurangnya pencapaian pengimporan dan kesesuaian para pedagang impor.

Dia menyebutkan bahwa di antara 73 importir bawang putih, hanya sedikit yang hadir dan berpartisipasi dalam proses impor.

“Impor yang terwujud masih di bawah 32%, selain itu para importir belum menyelesaikan kewajiban izin edarnya dan juga kewaji banan tanaman,” jelas dia.

Di samping itu, salah satu hambatan yang dialami adalah peningkatan biaya serta kesulitan dalam hal distribusi dari negeri asal. Ia mengatakan bahwa proses pendistribusian langsung dari dermaga membuat pemeriksaan persediaan di gudang menjadi kurang terkontrol.