8 Tindakan Unik Orang yang Merasa Bersalah Saat Membuang Kantong Hadiah dan Pita Cantik

Posted on



– Menerima sebuah hadiah sering kali datang lengkap dengan kemasan menarik seperti kantong kado bergambar atau pita mengilap. Setelah hadiah utama dibuka, kita dihadapkan pada tumpukan bungkus yang sudah tidak lagi terpakai untuk tujuan awalnya.

Menariknya, banyak orang diam-diam merasakan beban emosional atau sedikit rasa bersalah ketika tiba waktunya membuang kemasan bekas hadiah tersebut. Perasaan ini bisa muncul tanpa disadari, membuat mereka cenderung menyimpan barang-barang itu lebih lama dari yang seharusnya.

Menurut Geediting.com pada hari Kamis (15/05), berikut adalah sejumlah tingkah laku khas yang kerap ditunjukkan oleh individu-individu mengalami perasaan tersebut.


1. Rasanya Benar-benar Bersalah Kalau Membuangnya

Salah satu emosi yang sangat kuat adalah timbulnya perasaan tidak nyaman atau bersalah saat akan membuang tas hadiah bekas ke tempat sampah. Terdapat dorongan batin yang menyebabkan tindakan mudah ini seperti pembuangan kemasannya menjadi tampak tak sesuai.


2. Cenderung Mengumpulkan Persediaan dalam Jumlah Besar

Karena rasa bersalah tersebut, mereka pada akhirnya mengumpulkan lebih banyak tas kado dan pita yang semakin menumpuk di rumah. Barang-barang wrapping sisa ini disimpan dengan acak ke berbagai sudut ruangan tanpa ada rencana spesifik untuk penggunaannya di masa depan.


3. Mengasah Ide yang Pada Akhirnya Akan Berguna

Mereka sering kali meyakinkan diri sendiri bahwa kemasan-kemasan tersebut pasti akan berguna kembali untuk membungkus hadiah lain di kemudian hari. Pikiran bahwa barang itu masih bagus atau bisa didaur ulang membuat aktivitas menyimpan terasa lebih bisa dibenarkan secara logis.


4. Menghubungkan dengan Nilai Sentimental

Terkadang, kemasan hadiah menyimpan sedikit petunjuk mengenai orang yang memberinya atau momen istimewa ketika menerima hadiah itu. Perasaan emosional ini menjadikan pembuatan sampah atau penggunaan tali menjadi serupa dengan perpisahan sekejap dengan bagian kecil dari kenangan manis yang terkait dengan hadiah tersebut.


5. Menyadari Tanggung jawab Terhadap Sekitar

Terdapat juga pandangan yang berpandangan bahwa menyimpan dan mendaur ulang kemasan hadiah merupakan sumbangan personal dalam upaya meminimalisir limbah. Mereka yakin bahwa tindakan sederhana tersebut dapat membantu melindungi alam sekitar walaupun pengaruhnya mungkin tak begitu signifikan secara global.


6. Cemas Nampak Tak Menghormati Penyampaian

Membuang kantong atau pita yang diberikan oleh orang lain kadang-kadang bisa membuat khawatir karena tampak seperti tidak adanya rasa syukur. Bisa jadi mereka merasa dengan menyimpan kemasannya secara sembunyi-sembunyi, itu menjadi suatu cara untuk memperlihatkan seberapa besar mereka mengapresiasi hadiah serta upaya sang pemberi.


7. Menyediakan Ruang Simpan Terpisah

Serinya koleksi tas dan tali sisa sering kali mengharuskan adanya area penimbunan terpisah di dalam hunian mereka. Mereka bisa jadi memiliki laci, peti, atau bahkan rak spesial yang difungsikan untuk menyimpan ragam jenis bahan pembungkus hadiah tersebut.


8. Perasaan Tak Nyaman Saat Terpaksa Dipisahkan

Saat pada akhirnya sampai pada titik dimana perlu membuang sebagian karena jumlahnya sudah berlebihan atau telah rusak, timbul perasaan agak tidak enak. Mengambil keputusan untuk mengecilkan stok kemasan ini biasanya membutuhkan usaha batin yang cukup besar.

Mengenali pola tersebut dapat membuat kita mengerti bahwa simpanan kemasan hadiah umumnya dipicu oleh berbagai emosi seperti rasa bersalah, kecenderungan sentimental, serta peduli pada lingkungan. Seseorang mungkin saja ragu untuk membuang barang-barang itu karena tampak masih layak pakai atau bermanfaat sebagai pengingat pribadi.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *