Padel sebagai Olahraga Premium di Berbagai Negara
Padel terus berkembang pesat di seluruh dunia. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan besar mengenai biaya bermain padel di berbagai negara. Menurut data terbaru dari basis data Playtomic, perbedaan harga per jam permainan padel sangat mencolok, bahkan bisa mencapai tiga kali lipat tergantung lokasinya.
Beberapa negara menempatkan olahraga ini sebagai aktivitas premium dengan biaya cukup tinggi. Berikut ini ulasan mendalam mengenai negara dengan biaya main padel termahal di dunia.
1. Inggris
Inggris saat ini menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan biaya main padel termahal di dunia. Harga rata-rata untuk sesi klasik mencapai 52 euro per jam, sedangkan untuk open matches melonjak hingga 65 euro per jam. Jika mengikuti akademi atau pelatihan, biayanya bahkan bisa mencapai 75 euro per jam. Untuk liga amatir dan turnamen, angkanya bisa menyentuh 125 euro, menjadikannya yang tertinggi di dunia.
Pasar padel di Inggris masih relatif muda, tetapi sudah diarahkan ke model privat dan eksklusif. Faktor ini menjadikan padel di Inggris sebagai olahraga kelas menengah ke atas dengan citra premium.
2. Jerman
Jerman berada di posisi kedua sebagai negara dengan biaya main padel cukup tinggi. Rata-rata biaya reservasi lapangan mencapai 43 euro per jam, sementara open matches bisa menembus 48 euro per jam. Turnamen di Jerman pun cukup mahal, dengan rata-rata 71 euro per partisipasi, salah satu yang tertinggi secara global. Kondisi ini terjadi karena tingginya permintaan padel, tetapi jumlah fasilitas yang tersedia masih terbatas. Akibatnya, harga cenderung naik dan pasar padel di Jerman menjadi semakin kompetitif.
3. Indonesia
Muncul secara mengejutkan dalam daftar ini, Indonesia ternyata juga termasuk negara dengan biaya main padel cukup tinggi. Untuk mengikuti pelatihan di akademi, biayanya rata-rata mencapai 54 euro (Rp 1 jutaan) per jam, jauh di atas rata-rata global. Sementara untuk turnamen, peserta harus merogoh kocek sekitar 51 euro (Rp 983 ribu). Hal ini karena padel di Indonesia masih tergolong olahraga niche, yang umumnya hanya tersedia di klub-klub premium atau fasilitas privat di kawasan wisata dan resort. Dengan demikian, padel di Indonesia lebih diposisikan sebagai olahraga eksklusif ketimbang massal.
4. Meksiko
Padel sedang naik daun di Meksiko. Namun, popularitas ini membuat biaya main padel terus meningkat. Untuk open matches, pemain rata-rata harus membayar sekitar 49 euro per jam, jauh lebih tinggi dibandingkan harga reservasi biasa yang hanya 34 euro per jam. Biaya turnamen juga relatif mahal, yakni sekitar 64 euro per partisipasi. Lonjakan harga ini dipicu oleh pesatnya pertumbuhan padel di kawasan perkotaan, di mana permintaan meningkat drastis.
5. Prancis
Berbeda dengan negara lain di Eropa, Prancis masih menawarkan biaya main padel yang lebih terjangkau. Reservasi klasik di sana berkisar 29 euro per jam, open matches sekitar 32 euro per jam, dan turnamen rata-rata hanya 25 euro, termasuk yang terendah di dunia. Meski begitu, tren mulai berubah, terutama di klub-klub privat di kawasan Île-de-France dan wilayah selatan. Seiring dengan berkembangnya fasilitas premium, biaya main padel di Prancis diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Padel Menjadi Olahraga Premium?
Menurut Playtomic, rata-rata biaya main padel global saat ini adalah 28 euro untuk reservasi klasik, 30 euro untuk open matches, 34 euro untuk akademi, 55 euro untuk liga, dan 56 euro untuk turnamen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa format alternatif selain permainan kasual seperti akademi, liga, dan kompetisi, cenderung menghasilkan pendapatan lebih besar bagi klub.
Perbedaan harga yang signifikan ini mengungkap bahwa padel mulai bergerak ke arah olahraga premium di beberapa negara. Meski tetap populer sebagai olahraga sosial dan menyenangkan, banyak klub kini menambahkan layanan eksklusif seperti pelatihan pribadi, komunitas khusus, dan fasilitas tambahan untuk membenarkan harga yang tinggi.
Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan aksesibilitas, agar padel tidak kehilangan identitasnya sebagai olahraga yang inklusif.





