Priangan Insider –
Di kesibukan aktivitas perdagangan batu mulia di negeri kita, Pasar Rawa Bening kian menegaskan posisinya sebagai destinasi utama untuk mencari batu akik berkualitas tinggi.
Baru-baru ini, sebuah batu permata tipe ametist dipamerkan di salah satu stand terbaik di lokasi tersebut dan segera menarik perhatian. Harganya adalah sekitar Rp4,5 juta.
Namun, jangan sampai tertipu oleh harganya, sebab penampilannya memang layak untuk kompetisi: warna ungu yang mencolok, kilap yang bersih, serta potongan yang hampir sempurna.
Batu akik amethyst ini tidak biasa. Berwarna ungu kristal yang kaya dan gelap, seperti mengeluarkan pesonanya sendiri yang berkelas namun penuh teka-teki.
Amethyst adalah salah satu jenis terpilih dalam famili kwarsa dan populer karena memiliki ciri khas berupa warna yang sangat susah untuk disimulasikan dengan buatan.
Tidak mengherankan bila para pengumpul dan penyuka batu alami bersaing untuk memperolehnya, terlebih lagi saat kualitasnya mencapai standar tertinggi layaknya batu ini ditawarkan.
Tempat penjualan batu ini berada di jalan utama Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, di mana para pengumpul lokal sampai dari luar kota sering melakukan transaksi.
Pedagang itu mengklaim bahwa batu ini termasuk dalam kategori “Kristal jernih, sedikit serat, serta memiliki bentuk domed cabochon yang simetris.” Di kalangan ahli gemologi, hal ini menandakan bahwa batu tersebut cukup berkualitas untuk dipertimbangkan dalam kompetisi tingkat nasional.
Pantulan sinar saja sudah terlihat jika ini bukanlah batu biasa. Dengan memperhatikan efek cahaya dari segala arah, dapat disimpulkan bahwa strukturnya padat dan telah berkembang secara geologi.
seorang pemburu batu asal Garut menyatakan bahwa dia pernah mencoba menawar batu itu.
Harga Rp4,5 juta yang dipatok dianggap cukup wajar melihat kembali naiknya minat terhadap batu alam semenjak tengah tahun 2024.
Selain itu, batu ametist berkualitas tinggi untuk lomba menjadi semakin langka, terlebih lagi yang berasal secara alamiah di Indonesia.
Banyak batu yang ada di pasaran sekarang merupakan produk buatan lokal maupun impor sintetis dari negara lain. Oleh karena itu, asli dan alami-nya batu tersebut memberikan nilai tambah tersendiri dalam hal penjualan.
Menariknya, bukan hanya aspek fizikal yang membuat batu ini istimewa. Banyak penggemar batu meyakini bahwa amethyst memiliki daya Spiritual yang dapat menghadirkan kedamaian, meningkatkan konsentrasi berpikir, dan bahkan dipercaya bisa membawa nasib baik.
Campuran penampilan memukau serta daya tarik energetis membuat batu itu sangat diminati tidak hanya untuk pertandingan, tetapi juga sebagai tambahan gaya hidup atau investasi spiritual.
Bukan hanya para pembeli lanjut usia, batu amethyst ini juga mengundang perhatian kalangan muda. Sejumlah pemuda pecinta batu alami yang berasal dari Bekasi dan Bandung pun sempat berkunjung ke tempat itu.
Satu orang dari mereka menyebutkan bahwa batu tersebut memiliki energi yang mewah dan akan sangat pas jika menjadi fokus utama untuk desain cincin kustom.
Saat ini, para penggemar batu itu dilaporkan telah memasuki tahapan negosiasi yang serius.
Berita yang berkembang mengatakan bahwa sejumlah pengumpul dari kalangan pecinta batu di Jawa Barat dan Banten akan hadir langsung pada akhir minggu ini guna mengevaluasi barang-barang mereka dengan mata sendiri serta melakukan transaksi di lokasi tersebut.
Phenomenon ini mengindikasikan bahwa pasar batu akik belum mati, hanya istirahat sejenak saja.
Bangkitnya minat pada permata nampak masuk ke tahap baru, di mana gabungan antara gaya klasik dengan sudut pandang kontemporer pemuda yang menghargai aspek visual serta peluang investasi semakin kuat.
Bagi kamu yang sedang mencari batu unik, otentik, dan cocok untuk dikoleksi, amethyst ungu asal Rawa Bening sebaiknya ditempatkan di puncak daftarmu.
Sudah siap digunakan, siap untuk ditampilkan dalam perlombaan, dan siap menghiasi jariku milik siapa saja yang memiliki. Bila telat, mungkin batu tersebut telah berganti tangan kepada sang pemilik baru yang beruntung. (***)





